Kaum Rifa’iyah Mesir, yang seperti kebanyakan kaum sufi Mesir, merasa bahwa salah satu faktor yang membedakan kaum sufi dari Muslim lainnya adalah kesetiaan mereka kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya.Di Palestina, pada 1981, syaikh Rifa’iyah aktif yang utama adalah Syaikh Kamil Al-Jabari dari Hebron dan Syaikh Nazhmi Aukal dari Nablus.
Kaum Rifa’iyah di Tripoli, Lebanon, mulai aktif sejak 1984. Pada saat itu, terdapat lima zawiyah terkenal yang masih mempraktikkan ritual dzikir.
Di Suriah, setelah Naqsyabandiyah, Rifa’iyah merupakan tarekat yang paling tersebar luas dan dinamis. Sejak awal 1980-an, cabang Suriah yang paling signifikan adalah cabang Syaikh Abdul Al-Hakim Abdul Al-Basith Al-Saqbani. Dia dan orang-orang yang berkaitan dengannya telah menerbitkan banyak tulisan para syaikh Rifa’iyah.
Cabang utama Tarekat Rifa’iyah di Irak telah dipimpin oleh keluarga Al-Rawi. Beberapa tahun terakhir, di bawah arahan Syaikh Khasyi Ar-Rawi dari Baghdad, kaum Rifa’iyah Irak seperti halnya di Suriah menerbitkan sejumlah naskah Rifa’iyah lama.
Rifa’iyah di Amerika Serikat
Di Negeri Paman Sam, setidaknya terdapat tiga cabang tarekat Rifa’iyah. Syaikh Taner Vargonen, yang berbasis di California Utara, memiliki garis keturunan Qadiriyah-Rifa’iyah yang berasal dari Syaikh Muhammad Anshari (wafat 1978) dari Istanbul.
Sejak 1992, seorang Rifa’iyah Turki lainnya, Syaikh Mehmet Catalkaya (Serif Baba), telah mengawasi pendirian tekke di Chapel Hill, North Carolina, dan di Manhattan. Syaikh dari Serif Baba adalah Burhan Efendi dari Izmir.
Cabang Rifa’iyah ketiga terletak di negara bagian New York. DR Muhyiddin Shakoor, seorang psikolog konseling, menuliskan keterlibatannya dengan mereka dalam bukunya yang bertajuk The Writing on the Water. Ia menghubungkan para syaikh Tarekat Rifa’iyah cabang New York ini secara garis keturunan dengan kaum Rifa’iyah di Kosovo.
{ 0 comments... Views All / Send Comment! }
Post a Comment